Penglihatan yang kabur seringkali menjadi masalah umum yang dihadapi banyak orang, namun masih banyak yang belum memahami penyebab utamanya. Dua kondisi yang paling sering terjadi adalah mata minus (rabun jauh) dan silinder (astigmatisma). Meskipun keduanya sama-sama menyebabkan penglihatan buram, penyebabnya sedikit berbeda.
Mata minus, atau miopia, terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata jatuh di depan retina, bukan tepat di atasnya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh bentuk kornea yang terlalu melengkung atau bola mata yang terlalu panjang. Akibatnya, objek yang jauh tampak buram sementara objek yang dekat terlihat jelas.
Silinder, atau astigmatisma, disebabkan oleh bentuk kornea atau lensa mata yang tidak rata. Alih-alih bulat sempurna, permukaannya lebih menyerupai bola rugby. Ketidaksempurnaan ini membuat cahaya tidak fokus pada satu titik, melainkan menyebar, sehingga menyebabkan penglihatan buram dan berbayang.
Kedua kondisi ini seringkali terjadi bersamaan. Gejala umum yang bisa Anda rasakan termasuk sering menyipitkan mata, sakit kepala, dan mata lelah, terutama setelah membaca atau menggunakan komputer dalam waktu lama. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segera periksakan mata minus Anda.
Penyebab kedua kondisi ini bisa bervariasi. Faktor genetik memainkan peran besar, artinya jika orang tua Anda memiliki kondisi ini, kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya. Gaya hidup modern, seperti terlalu banyak menatap layar gawai, juga berkontribusi pada peningkatan kasus mata minus.
Meskipun tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, ada beberapa solusi untuk mengatasi kedua kondisi ini. Kacamata adalah solusi paling umum dan efektif untuk mengoreksi penglihatan. Lensa yang digunakan dirancang khusus untuk memfokuskan cahaya dengan benar di retina.
Lensa kontak juga merupakan pilihan populer. Sama seperti kacamata, lensa kontak bekerja dengan mengoreksi cara cahaya masuk ke mata. Lensa kontak memberikan fleksibilitas lebih bagi mereka yang tidak ingin memakai kacamata. Lensa kontak juga sangat efektif untuk mengoreksi mata minus dan silinder.
Untuk solusi yang lebih permanen, operasi refraktif seperti LASIK bisa menjadi pilihan. Prosedur ini mengubah bentuk kornea secara permanen untuk mengoreksi fokus cahaya. Namun, keputusan untuk menjalani operasi harus melalui konsultasi mendalam dengan dokter mata.